Bab 49 Biarkan semuanya mengalir

2289 Kata

Bara melangkah dengan lesu, melewati satu persatu lorong sampai akhirnya tiba di lobi rumah sakit. Dia kembali melirik ke arah lift, keraguan untuk meninggalkan sang mama di rumah sakit seorang diri membuatnya berat untuk pergi. Namun, dirinya tidak mungkin mengabaikan pesan Amira untuk menggantikannya di perusahaan untuk sementara. Helaan napas terdengar berat, Bara kembali berjalan. Kemudian terdiam saat udara dingin dengan angin berembus kencang menyambutnya, hujan turut serta mengguyur malam ini. Bara menghela napas, lalu melirik ke sekitar guna menemukan sesuatu yang dapat digunakannya untuk pergi ke mobil tanpa kebasahan. Namun, dia kembali mengembuskan napas ketika tak kunjung menemukan payung yang biasanya disediakan di tempat dekat dengan penjaga. Bara memandang ke depan, lalu m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN