Mata itu mengedar, Bara lalu berlari menuju lift dan berdiri dengan gelisah menunggu pintu lift itu terbuka. Sesekali melirik ke arah ponsel, pintu lift pun akhirnya terbuka. Bara segera masuk, menekan tombol ke tempat tujuan. Tak perlu menunggu lama, pintu lift kembali terbuka di lantai tujuannya. Bara berlari lagi, kali ini matanya ikut bergerak mencari sosok sang mama. Sampai akhirnya, seorang wanita yang duduk seorang diri di depan sebuah ruangan menarik perhatian Bara. Pria itu langsung mendekat, dan semakin terlihat jelas bahwa Amira tengah menangis sesenggukan. "Ma," panggilnya pelan. Wajah itu berurai air mata, tampak kacau dan sembab. Bara duduk di sampingnya, kemudian membawa tubuh mama ke dalam dekapan. Matanya beralih menuju ruangan di depan mereka, di sana sang kakak berad

