Suasana apartemen yang terlihat sepi dari luar membuat Bara yang baru saja tiba bertanya-tanya, dia keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu. Cukup lama dirinya menunggu seseorang membukakan pintu, sampai akhirnya suara seseorang di belakang membuatnya menoleh. “Bibi? Sedang apa Bibi di sini? Dan kenapa tidak ada yang membuka pintu?” tanya Bara tanpa jeda. Bi Tika tampak gelisah, sesekali matanya melirik ke arah belakang lalu kembali menatap Bara. “Bara, ini salah Bibi. Hanna pergi dengan membawa kopernya dan Bibi tidak bisa mencegah dia,” tutur Bi Tika. Bara tersentak, seketika ingatan tentang Hanna yang berusaha keras untuk pergi dulu, muncul. “Ke mana? Apa Bibi sempat bertanya ke mana tujuannya pergi?” Bi Tika menggeleng lemah. “Hanna hanya mengatakan untuk tidak perlu khawatir

