Bab 31 Bimbang

1962 Kata

Hanna tak beranjak dari sana, sekalipun Kayla telah pergi sejak 20 menit lalu. Ia masih termenung seorang diri di taman itu, pikirannya kacau kembali setelah mendengar kenyataan dari Kayla. Masih tak percaya bahwa takdir benar-benar telah mempermainkannya, Hanna tidak menyangka bahwa seseorang yang dirinya buat malu 9 tahun lalu adalah Bara. Kini Hanna tidak memiliki muka di hadapan Bara dan Tante Amira, bahkan untuk kembali ke apartemen saja ia merasa segan. Sekarang Hanna bisa mengerti, mengapa ibu Bara menunjukkan sikap tidak suka saat ia mengira itu pertemuan pertama mereka. Terlalu larut dalam lamunan membuat Hanna tak menyadari awan mendung di atas sana, menggantikan langit cerah beberapa waktu lalu. Tak berapa lama, rintik-rintik hujan mulai turun diikuti gemuruh yang membuat pere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN