Bab 30 Hancur

1873 Kata

Sepertinya kursi dengan jendela terbuka yang menghadap langsung ke arah halaman belakang rumah, telah menjadi tempat favorit untuk sang papa selama kurang lebih 7 hari semenjak kepulangan dari rumah sakit. Kayla tidak tahu apa yang tengah papa pikirkan, terlebih ketika dia merasa ada jarak di antara mereka. Kayla menunduk, karena di bandingkan dengan Hanna, dirinya lebih dekat dengan sang mama. Namun, kali ini Kayla rasa harus melakukan sesuatu untuk adik dan papanya itu. Mereka masih keluarga, bahkan darah papa mengalir padanya dan Hanna. Perlahan Kayla mengetuk pintu, tetapi papa tak jua menoleh bahkan pandangan kosong itu tak berubah. Seolah banyak sekali beban yang membuatnya menjadi sosok asing, Kayla menghela napas sebelum memutuskan untuk masuk ke ruang santai itu. Ruangan itu ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN