Kisah itu berakhir dengan embusan napas panjang yang Bara lakukan, semuanya terasa lebih ringan ketika dia memutuskan untuk berbagi cerita. Meski bukan kisah yang indah, setidaknya Bara bisa sedikit lebih tenang. "Setelah kejadian itu, aku selalu menyalahkan diriku sendiri. Menganggap semuanya adalah kesalahanku, andai saja waktu itu aku dapat bergerak lebih cepat, kak Riani tidak harus berada di sana." Pria itu tersenyum hampa, tatapannya terlihat kosong seolah kejadian traumatis itu berhasil merenggut cahaya di matanya. Hanna terdiam, ia tidak percaya bahwa Bara memiliki kisah seperti itu. Kehilangan seseorang entah itu untuk selamanya atau hanya dipisah oleh jarak merupakan hal paling menyiksa. "Itu bukan kesalahanmu," ucapnya tanpa sadar. Bara menoleh, menunggu Hanna melanjutkan pe

