Runyam, semua ini telah menjadi runyam setelah emosi Kayla meledak. Barang-barang yang tadinya berada di atas meja kerja, kini tercecer di atas lantai. Di tengah ruangan yang remang-remang itu, Kayla jatuh terduduk. Dia mendekat ke situ ruang, lantas menutup kedua telinga saat ponselnya kembali berdering dengan nomor yang sama. “Berhenti ... Berhenti!” Teriakan terdengar memenuhi ruangan, Kayla meraih ponsel yang layarnya sudah kembali hitam, lalu mematikan daya ponsel dan melemparnya ke sembarang arah. Dia terdiam beberapa saat, mencoba meredam amarah yang sudah mengacaukan segalanya. Setelah dirasa tenang, barulah Kayla membaringkan tubuhnya di lantai. Mengabaikan dinginnya lantai menyentuh langsung kulit, matanya mulai terpejam saat terlalu lelah membuat rasa kantuk muncul. • “Nona

