Waktu berlalu dengan cepat, seolah tidak memberinya waktu kesedihan. Hanna akhirnya menyelesaikan pekerjaannya untuk membantu promosi produk, semua berjalan dengan lancar meski sesekali masalah muncul. Sama seperti saat ini, keberhasilan promosi yang berujung pada penaikkan jumlah pesanan membuat Amira berencana membawa seluruh karyawan untuk makan-makan. Namun, hanya Hanna yang merasa enggan. Di saat yang lain telah masuk ke dalam restoran, ia masih berdiam diri di ambang pintu. Menyadari hal itu, Bara mendekat. "Kau tidak masuk?" Hanna tersentak, ia tersenyum canggung. "Sepertinya aku tidak ikut." "Ada masalah?" "Tidak ada!" balas Hanna cepat. "Ah, aku hanya sedikit lelah. Lagi pula akan terasa canggung bila aku ikut bergabung," lanjutnya. Bara menghela napas, dia menoleh ke b

