Tatapan heran tak lepas dari pandangan Sam terhadap sosok pria yang tengah duduk di seberang sana, jari-jari itu terus bergerak memainkan pena di tangannya, tetapi pikiran Bara sepertinya tengah berada jauh dari raganya. Sam kembali mengetuk pintu, meskipun sudah tahu jawabannya. Dia memutuskan untuk masuk, dan duduk di sofa yang telah disediakan. Menyilangkan kedua tangannya sembari bersandar, kembali Sam melirik jam yang melingkar manis di pergelangan tangannya. Sudah berlalu 15 menit semenjak dirinya mengetuk pintu, dan tak ada sahutan. Kembali pandangan sama mengarah pada Bara, entah sejak kapan pria itu mulai gemar melamun. Walau pekerjaan selalu selesai tepat waktu, tapi tak memungkiri rasa penasaran Sam. Selama kurang lebih 10 tahun pertemanan mereka, ini pertama kalinya setelah s

