Mata Hanna terbuka lebar, cahaya matahari yang menyelinap masuk melalui celah-celah jendela yang tak tertutup sempurna oleh gorden membuatnya menghela napas. Lagi-lagi ia terbangun di saat matahari sudah naik, Hanna mendudukkan diri seraya menjatuhkan kakinya ke karpet, lalu merentangkan kedua tangan sampai terdengar bunyi tulang. Pandangannya tertuju pada kertas-kertas yang berserakan tepat di bawah kakinya, itu adalah berkas yang berhasil Hanna temukan. Namun, apakah belum terlalu terlambat untuknya melamar pekerjaan di usianya yang sudah tidak terlalu muda lagi? Memikirkannya saja sudah membuat semangatnya hilang. Bila bukan karena untuk menjaga batasan dengan Bara, dirinya tidak perlu mengurusi masalah ini. Akan tetapi, hidupnya yang kini kembali bersama orang tua membuat Hanna harus

