Suasana pagi itu terasa ramai, terutama ketika Hanna menginjakkan kaki di dapur. Hari minggu biasanya dinikmati dengan tidur tanpa mengenal waktu untuk terbangun, tetapi berbeda jadinya bila dilakukan di rumah. Mama tampak sibuk mengeluarkan banyak bahan-bahan masakan yang baru keluar dari sebuah keranjang. Hanna mendekat, tapi sepertinya Sania tidak sadar dengan keberadaannya. Ia memperhatikan bahan-bahan yang terdiri dari tepung dan bahan lainnya untuk membuat kue, untuk sesaat Hanna terkesan dengan kesimpulan yang dirinya buat. “Mama sedang apa?” tanyanya. Sania tersentak, dia menoleh sekilas sebelum kembali fokus pada aktivitasnya tadi. “Mama sedang mengecek bahan-bahan yang kurang, tapi sepertinya sudah pas.” Hanna mengernyit. “Sebanyak ini? Tapi untuk apa Mama membawanya ke mari

