Peluh sudah membasahi wajah dan membuat pakaian yang Hanna kenakan ikut basah, ia terbangun dengan napas memburu. Wajahnya begitu pucat, dengan kepala yang begitu pening. Hanna kembali memejamkan mata, lalu membukanya dan cahaya terang lampu langsung menyerang retina matanya. Mimpi itu lagi-lagi muncul, mimpi yang telah menemaninya selama kurang lebih 9 tahun. Ini pula merupakan mimpi pertamanya di rumah ini, Hanna duduk di sisi ranjang. Ia terdiam beberapa saat sebelum beranjak dari sana, langkahnya terasa berat. Bila tidak berpegangan pada tembok, mungkin saja dirinya akan jatuh dengan mudah. Air yang jatuh terasa membekukan segala hal yang berada di bawahnya, ini pertama kali Hanna mandi dengan air dingin. Namun, ia ingin menikmatinya dan berharap ingatan semalam sama seperti mimpi ya

