Perempuan di dalam cermin itu tampak menawan dengan gamisnya yang cantik, Hanna bahkan sempat terpaku melihat pantulannya sendiri di cermin. Seumur-umur ini merupakan pakaian paling indah yang ia miliki, Hanna tak bisa untuk tidak tersenyum cerah. Kini yang harus dirinya lakukan adalah menunjukkan pada sang papa, dan mendengar pujian langsung. Karena itulah kini Hanna berada di luar kamar, menyusuri lorong yang akan membawanya menuju kamar Kayla lebih dulu. Ya, ia belum melihat kakak dan mamanya itu sejak masuk ke rumah. Langkahnya sengaja Hanna pelan kan agar tidak menimbulkan suara, tetapi suara tak asing terdengar kala ia tiba di kamar Kayla. Pintu itu tidak tertutup dengan sempurna, sehingga Hanna dapat melihat kehadiran papa di dalam kamar melalui celah pintu yang terbuka. Senyumnya

