Seluruh catatan pelajaran selama ini, tak kunjung menempel di dalam ingatannya. Hanna mendesah lelah sebelum bersandar pada sandaran kursi, sudah lebih dari dua jam dirinya berada di depan buku yang terbuka. Namun, tak satu pun kata yang masuk ke kepalanya. Padahal besok merupakan hari pertama ujian kelulusan. Kejadian dua minggu lalu berhasil menyita seluruh konsentrasinya, bila terus seperti ini bukan hanya akan mendapatkan nilai terendah, bisa-bisa Hanna tidak lulus. Hanna mengusak kepalanya sampai membuat kerudung yang ia kenakan tak beraturan, perempuan itu berteriak tertahan. Setelah mengumpulkan ketenangan, barulah Hanna kembali membuka buku pelajaran yang telah dirangkumnya. Masa bodoh dengan kisah cinta pertamanya di masa remaja, ia lebih memilih untuk fokus untuk masa depan di

