Suasana canggung mengisi ruang tamu siang hari di akhir pekan itu, keadaan rumah yang tadinya tenang dan hening. Mendadak dihebohkan oleh kedatangan dua pria ke kediaman Samir, dan tentu saja membuat kepala keluarga itu kebingungan. "Jadi, ada apa gerangan kalian ke mari?" Samir memulai percakapan. Dia melirik ke arah meja, kedua pria itu membawa buah tangan yang lumayan banyak dan membuat meja itu penuh. Tatapannya kembali mengarah pada Bara dan pria asing yang mengunjungi rumahnya. Tak berapa lama, Sania muncul dengan nampan berisi empat cangkir dengan uap kopi yang masih mengepul. Belum sempat nampan menyentuh meja, tangan lain justru mengambil alih dan menggantikan tugasnya tadi. Ketika dia mendongak, pria asing itu tersenyum ke arahnya sampai-sampai kedua mata tersebut menyipit.

