SATU JAM SEBELUMNYA. Di ruang yang sunyi itu, hanya terdengar bunyi detik jam dinding dan ketukan jari pada meja setiap detiknya. Sosok di balik meja itu, terlihat duduk tenang dengan tangan kiri menopang wajah. Matanya tidak berkedip untuk waktu lumayan lama, terlihat jelas jika pikirannya sedang tidak berada di tempat. Ketukan pada pintu yang semakin kencang saja tidak di dengar, sampai pintu itu pun terbuka dan menampakkan Sam dengan wajah kesalnya. Pria itu melangkah lebar menghampiri, dan berhenti tepat di depan meja. Dia menggeleng beberapa kali melihat Bara yang ternyata tengah melamun, Sam memutuskan untuk duduk setelah meletakkan dua buah berkas di meja Bara. Entah berapa lama dirinya menunggu, Bara akhirnya tersadar setelah dirasa membutuhkan waktu untuk berkedip. Menyadari

