Bab 28 Membuka kenangan lama

1774 Kata

Ruangan tempat Samir berada tinggal beberapa langkah dilewati, tetapi perasaan ragu tiba-tiba muncul di benak Hanna. Ingatan terakhir kali membawanya pada rasa bersalah tak berujung, Hanna takut kondisi papa malah memburuk ketika melihatnya. Sehingga kini ia terdiam, membiarkan prasangka buruk memenuhi isi kepala. Sementara itu, Bara yang baru sadar tidak mendengar langkah lain di belakang sontak menoleh. Hanna terdiam beberapa langkah di depannya, Bara mengernyit sebelum menghampiri. “Ada apa?” tanyanya. “Bara, aku belum siap. Aku takut bila kondisi papa justru memburuk, bisakah aku tetap menunggu di sini?” sahut Hanna sembari menatapnya dengan memohon. Bara terdiam beberapa saat, lalu menghela napas dilanjut mengangguk. “Baiklah, aku tidak akan memaksa. Kau bisa menunggu di taman ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN