Ketika kaki kanan itu melangkah duluan, Bara melakukan hal serupa, pun dengan langkah kaki berikutnya. Bayang mereka pun melakukan gerakan yang sama, Bara tersenyum melihat pantulan bayangan mereka yang terlihat jelas di jalanan yang dirinya dan Hanna pijak. Matahari serasa di atas kepala, dan membuat Bara dapat merasakan panasnya menyentuh langsung kulit kepalanya. Meski rambut tebal, tetapi malah membuatnya merasa pusing. Pepohonan yang tumbuh di sekitar jalan, setidaknya dapat memberikan udara lebih hangat kala angin bertiup. Tidak banyak orang yang datang ke mari, ke sebuah taman yang lagi-lagi menjadi pilihan Bara untuk membawa Hanna. Udara segar yang dia katakan, nyatanya malah menjadi udara panas saat hari ternyata sudah siang. Bara kembali memperhatikan punggung perempuan yang b

