"Ayo temui papa, beliau pasti senang melihatmu berada di sini." • Kalimat itu telah terucap beberapa menit lalu, tetapi masih terngiang-ngiang di kepala Hanna. Perempuan itu tidak bisa menyembunyikan kegugupan yang tiba-tiba muncul, selalu terjadi tiap kali seseorang mengatakan pertemuan. Ia benar-benar tidak siap, tetapi untuk menolak ajakan Kayla pun terasa sulit untuknya. Mereka kini berada di mobil Bara, Kayla berada di samping kemudi sesekali melirik Hanna dengan senyuman. Hanna membalas senyuman itu, lalu tanpa sengaja bertatapan dengan Bara yang melihat ke belakang melalui kaca spion. Hanna memilih untuk memutuskan tatapan itu, ia tidak bisa membiarkan orang lain melihat kondisinya seperti ini. Terlebih ketika menyadari apa yang Hanna rasakan terhadap Bara, ia merasa malu kepad

