Ponsel itu diletakkan dengan layar yang menyentuh meja secara kasar, Kayla menghela napas berat setelahnya. Wajah perempuan itu tampak lelah dan kesal secara bersamaan, dia memilih untuk menjauhkan ponsel tersebut ke sisi lain meja. Baru saja hendak beranjak pergi, suara notifikasi pesan yang berbeda membuatnya bergegas mengambil ponsel kembali. Ekspresi kesalnya berubah tergantikan oleh raut wajah berbinar, kala nama Bara terpampang di layar ponsel. Kayla melirik pada waktu dari pesan yang dibalas pria itu, dia mengangkat bahunya acuh tak acuh melihat jarak waktu yang begitu jauh dari pesan yang dikirimnya sejak semalam itu. Jarinya dengan lincah bergerak mengetikan pesan balasan untuk Bara, cukup beberapa kalimat sampai Kayla mengirimkannya. Pekikan tertahan terdengar kala melihat kem

