Bab 42 Masa lalu (bag. Bara)

1626 Kata

Gelap dan sunyi, dua hal itu yang terasa saat Amira tiba di rumah. Dia mengernyit sebelum menyalakan sakelar lampu, seketika ruangan menjadi terang. Waktu yang telah menunjukkan pukul delapan malam, membuatnya mengedarkan pandangan. “Bara?!” panggilnya. Tak ada sahutan, seolah mobil hitam yang terparkir rapi di dalam garasi mobil itu berjalan sendiri ke rumah. Amira mendengus dengan pemikirannya sendiri, langkahnya semakin dalam memasuki rumah. Dia terperanjat begitu lampu dapur menyala, dan seseorang telah duduk tenang di sana. Amira mengelus dadanya dan sempat merasakan degup jantungnya berdetak kencang, Bara tampak duduk diam di kursi meja makan. Sama sekali tidak terkejut dengan lampu yang tiba-tiba menyala, ketukan jari pada meja terdengar begitu jelas kala Amira melangkah masuk.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN