45

1268 Kata

“Paduka, bisakah Anda berhenti membayangkan mengenai ratu dan sebagainya?” “Aku tidak membayangkan,” Louca mengoreksi. “Rencana itu ada di kepala. Matang dan siap dilaksanakan.” Untung aku selesai makan, bila tidak.... Oke, jangan bayangkan mengenai serangan kehilangan nafsu makan, mendadak dilanda sakit perut, dan ingin pulang saja. Louca dan idenya. Sungguh.... Oh, omong-omong aku baru sadar Louca sudah berganti baju. Baiklah, sebenarnya sedari tadi mataku hanya fokus ke makanan. Semua orang pasti mengerti kondisiku; mengurus Benjamin lalu bertemu ayahnya yang galak, mana ada waktu merawat perut! Louca mengenakan busana bernuansa biru tua dan perak. Rambut Louca telah kering, digerai menyamping dan hanya diikat pita sutra biru tua. Kedua tangannya tidak mengenakan sarung tangan. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN