“Kyaaaa!” Lekas aku memejamkan mata sembari mencipratkan air ke arah Louca. Benar-benar tidak peduli dengan sanksi yang nanti akan dijatuhkan kepadaku atas tuduhan tindakan tidak menyenangkan terhadap anggota kerajaan. “Camila, tenanglah.” Kenapa Louca begitu mudah berganti gaya bahasa? Dulu, ketika pertama kali menemuiku, dia mengambil wujud Count Romeo dan menggunakan bahasa formal. Namun, sekarang dia SERING menggunakan bahasa santai ketika bercakap denganku. Mudah saja baginya, raja, memakai gaya bicara apa pun kepadaku yang notabene anak baron, tetapi lain cerita-eh EH! Ada apa dengan kepalaku? Bukan itu yang penting! “Paduka, kenapa Anda tidak pakai baju?” “Karena aku sedang MANDI. Camila, ada apa denganmu? Apa kau dalam kesulitan?” Benar-benar. Pria ini.... “Saya memang dala

