"Siapa yang cemburu? Aku?" Elea menunjukkan jari pada dirinya, setelah itu ia tertawa terbahak-bahak. "Jangan ngasal deh." "Kalau bukan cemburu, kenapa kamu marah-marah?" tanya Arga tanpa melepaskan genggaman tangannya. "Aku marah, karna Om bentak saat aku larang Om ngerokok. Tapi mbak Ratih, malah Om sendiri yang ngasih rokok itu ke mbak Ratih untuk dibuang. Kenapa Om menunjukkan sikap yang berbeda antara aku sama mbak Ratih? Itu nggak adil." Elea berkata sambil berteriak. "Jangan teriak-teriak! Malu." Arga meletakkan jari telunjuk di bibirnya. "Biarin aja, kenapa emangnya?" "Katanya mau belajar dewasa, orang dewasa itu nggak teriak-teriak kayak kamu. Malu diliatin banyak orang, noh." Dua perempuan cantik pejalan kaki melihat ke arah Elea dengan tetapan aneh. Bukan hanya itu, ada ju

