Petaka Pembawa Nikmat

1895 Kata

Beberapa menit sebelumnya. Karena tidak ingin terlalu mencolok, Langit menunggu Mentari di samping pedagang asongan. Dia menutupi wajahnya dengan topi saat ada yang datang. Ternyata itu Cakra. Langit mengenalinya namun sayang Cakra tidak. Sepertinya kemampuan dia mengenali orang agak bermasalah. Pasti karena otaknya sudah terpapar zat adaktif. Cakra berinteraksi dengan penjual lalu saat dia membuka minuman kaleng Langit menoleh. Agak aneh membuka di sini. Tapi semua terjawab saat Cakra memasukkan serbuk ke dalamnya. Langit tidak urus apa itu. Tapi dia sangat yakin, obat tadi untuk Mentari. Saat Cakra pergi dia membuntuti dengan tangan terkepal. Lalu... Buuggh! "Langit!" "Bangun Lo sialan!!" Nafas Langit tersengal. Itu karena dia sangat marah. Segera tinju mendarat lagi di pip

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN