Jarak mereka berdiri hanya sekitar lima meter. Tapi rasanya sangat jauh sekali. Langit berlari tidak sabaran. Melihatnya, Mentari mempercepat langkah. "Langit!" Dia masih lelah setelah perjalanan panjang. Tapi kata pertama yang ke luar dari mulutnya justru nama pria yang dia cintai. "Oh kenapa itu, ada lingkaran hitam di bawah mata. Bukannya Langit gak pernah ngerasa capek, bahkan setelah seharian main PS?" Mentari tersenyum. Langit yang seperti ini jauh lebih real baginya. Terasa aneh melihat orang yang selalu fresh setelah semalaman bermain. Sungguh, itu mengganggu fikiran Mentari. Di benaknya, apa Langit juga akan menunjukkan tampang kelelahan saat bermain dengan... tubuhnya(?) Langit tersipu digoda. Dia seharusnya cuci muka dulu. Entah kenapa sekarang baru mengkhawatirkan tampi

