"Eh udah dong. Kok malah Lo yang heboh sih, Na?" "Yah habisan Lo. Dibilang gitu sama mahluk tampan, Lo malah ngbatu." Mentari terdiam, dia rasa.., saatnya dia jujur pada Dona. "Kalo gitu Lo salah, karena gue cinta sama dia." Mata Mentari memperlihatkan ketulusan. Bukan suka, bukan sayang. Tapi Mentari mengonfirmasi getaran itu disebut cinta. Dona tersenyum puas. Akhirnya Mentari bisa jujur pada dirinya sendiri. Pasti lebih lega kan. "Kalau gitu perjuangin!" "Lho, bukan Lo yang bilang, buat jangan terlalu berharap. Apalagi dia udah milik yang lain." Mata Mentari semakin berkaca-kaca, ada kegamangan terselip di dalamnya. "Iyah, tapi kayaknya gue salah sangka. Kak Langit pasti udah cinta mati sama Lo. Tadinya gue kasih nasehat kayak gitu supaya Lo gak terluka, Say. Lo pasti paham ka

