Belasan pelayan laki-laki dan perempuan serta pengawal keluarga Neelendra berkerumun di depan pintu ruangan Calissa. Gadis itu mengunci pintunya rapat-rapat dengan segala benda serta barang-barang yang sanggup ia pindahkan untuk menahan pintu dan melarang seorang pun untuk mendobraknya. Ia juga menolak untuk makan, minum obat, dan dikunjungi, baik itu inangnya, pelayan, tabib, ayahnya, Alex, apalagi Liz. Pokoknya, tak seorang pun. Ada lingkaran hitam di bawah matanya akibat tidak tidur semalaman. Setelah amukannya mereda setelah pengadilan Eliz yang gagal, amarahnya kembali muncul setelah ia mendengar bahwa selama ini Eliz adalah bibinya sendiri. Sekali lagi teorinya terbukti, Calista kelewat beruntung. Seharusnya ia mati kehabisan darah saja dulu, pikirnya selalu. Kemudian Calissa teri

