Langit nan biru bersih tanpa awan secerah suasana hati si pemuda bersurai hitam dengan rambut panjang dan memiliki paras tampan nyaris sempurna. Idola para gadis di sekolah dan juga komplek rumahnya. Ibu - ibu komplek juga suka padanya tetapi untuk dijadikan menantu putri mereka.
Kasur empuk yang biasanya menjadi tempat untuk tidur, bermain game dan chatting tapi sekarang menjadi tempat untuk menumpuk baju. Berbagai t-shirt, kemeja, sweater, celana panjang dan berbagai jenis pakaian laki - laki lainnya ada di atas kasur. randa, pemuda itu sedang kebingungan dengan penampilannya. Baju apa yang harus ia pakai hari ini? Bingung dan kelabakan memilih pakaian. Baru kali ini ia merasakan hal demikian. Bagaimana tidak? Pemuda tampan berusia belasan itu akan kencan. Kencan pertama pula baginya. Karena selama 17 tahun hidup di dunia nyata ia tidak pernah melakukan yang namanya kencan dengan seorang gadis.
reyhan masih kebingungan dengan pakaian yang akan ia pakai. Padahal sudah hampir 1 jam ia memilih pakaian. Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Tok tok.
"reyhan, buka pintunya!" perintah sang ibu.
reyhan pun membuka pintu. Ia masih memakai kaos singlet dan celana bokser.
"reyhan?! Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa berantakan begini?" tanya ratna tampak heran dan terkejut dengan keadaan kamar reyhan yang berantakan. Biasanya tidak seperti itu.
"A..aku bingung, bunda. Mau pake baju yang mana," sahut reyhan sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.
ratna tersenyum seraya berkata,
"kau mau kencan ya?"
reyhan mengangguk malu. Sang ibu kembali tersenyum.
"Pakai baju yang membuatmu nyaman. Jangan berlebihan. Seorang gadis tidak suka laki - laki yang penampilannya berlebihan. Jadilah dirimu sendiri, reyhan. Dia menyukaimu apa adanya kan?" ujar ratna sambil merapihkan baju reyhan yang berantakan di atas tempat tidurnya.
reyhan tersenyum mengerti maksud bundanya. Lalu ia mengambil beberapa kaos dan celana panjang juga sweater karena cuaca sedikit dingin.
"Memangnya kau mau kencan dengan siapa? Akhirnya putra tampan bunda kencan juga," ucap ratna tersenyum bahagia.
"Dengan putri, bunda," jawab reyhan senang.
"Eh? putri selfi adik sepupu sari?" tanya ratna tak percaya.
reyhan mengangguk.
"Ya. putri tetangga adik kak sari, bunda. Apa bunda mau melarangku? Tapi meskipun bunda melarang, aku akan tetap berhubungan dengan putri," jawab reyhan, serius.
ratna kembali tersenyum. Lalu ia mengusap rambut reyhan.
"bunda tidak akan melarangmu malah bunda mendukungmu. Setelah kau kenal dengan putri, putra bunda menjadi hidup. bunda sangat senang dan bersyukur. Akhirnya putra tampan bunda mempunyai gadis idaman. Tapi, ingat, reyhan. putri bukan gadis remaja. Dia sudah dewasa dan bekerja. Jadi jangan membebani gadis itu," ujar ratna menasehati reyhan agar menjadi lebih dewasa.
"bunda tenang saja. Aku ini lelaki jantan. Setelah lulus SMA nanti aku akan kuliah sambil bekerja. Mungkin aku bisa bantu - bantu ayah di kantor," jawab reyhan. Ia meyakinkan kepada bundanya jika ia serius dengan gadis itu.
"Baguslah. Kalau begitu, bunda ke luar dulu ya. Silakan berdandan. Tapi reyhan kan sudah tampan," gumam ratna . Ia senang menggoda putranya yang sedang kasmaran.
ratna pun ke luar dari kamar reyhan agar reyhan bisa bersiap - siap untuk bertemu dan berkencan dengan kekasih barunya.
Tiga puluh menit kemudian. reyhan telah berada di depan kediaman sang gadis tercinta.
"Penampilanku gak aneh kan?" tanya reyhan pada dirinya sendiri. Ia merasa gugup karena baru pertama berkencan dengan perempuan.
"Aneh," jawab seseorang dengan nada sedikit mengejek yang sontak mengejutkan pemuda yang sedang berdiri di depan pintu.
"Eh? putri? Kapan kau ke luar?" tanya reyhan. Ia terkejut dan tampak salah tingkah.
putri tersenyum manis. Penampilan gadis cantik itu lebih manis dari biasanya. Usia 24 tahun tapi penampilan mirip remaja putri SMA. Memakai baju berlengan panjang,celana jins berwarna hitam kebiruan tak lupa jepitan rambut senada dengan warna bajunya. Bibirnya pun hanya dipoles lipglos berwarna pink bibir.
reyhan terpesona melihat penampilan kekasihnya yang begitu cantik dan menawan. Ia tak percaya jika kekasihnya lebih tua 7 tahun darinya.
"reyhan, reyhan. Ayo pergi!" ajak putri menggandeng tangan reyhan hingga putri terberanjak dan tersadar dari lamunannya.
"hm," balas reyhan menetralkan detak jantungnya yang begitu kencang.
"hm apa? Bicara yang jelas!" seru putri selalu kesal setiap kekasih barunya mengatakan kata ambigu yang aneh.
"pu..putri sangat cantik dan manis," ungkap reyhan wajahnya memerah karena malu.
Blush. putri tersenyum seraya membalas pujian dari kekasihnya,
"terima kasih, nda. re..reyhan juga tampan dan ke..ren." putri juga tersipu.
Pluk. Seseorang melempar kulit buah jeruk ke arah reyhan dan putri yang sedang berdiri saling tatap, tersipu dan jatuh cinta.
"Woi! Kapan kalian perginya? Keburu lebaran monyet!" seru radit nongol di balik pagar samping rumahnya. Ia yang melempar kulit buah jeruk ke arah reyhan dan radit.
"kakak!" seru reyhan, kesal kepada kakaknya yang iseng.
"Cepat pergi, sana! Hush hush!" usir sang kakak dengan isengnya.
"Ayo, putri! Maaf kakakku sedang kehabisan obat," ajak reyhan sambil menggandeng tangan putri.
"Em," jawab putri. Mukanya memerah.
'Ternyata... Aku..memang menyukai reyhan. Apa boleh kah? Aku kan lebih tua darinya, ' batin putri.
Pasangan berbeda usia itu pun pergi dari hadapan radit. radit pun tersenyum melihat tingkah adiknya yang sangat lucu baginya.
"Dasar abg labil. Suka sama perempuan dewasa. Untung pacarnya imut dan juga baik. Semoga hubungan kalian langgeng. Kakakmu yang tampan ini akan selalu membantu dan mendukung kalian," gumam radit memandangi pasangan itu dari belakang hingga bagian punggung mereka menghilang dari pandangan matanya.
reyhan dan putri memilih bus sebagai kendaraan mereka untuk berangkat. Keduanya duduk di kursi penumpang karena sedang sepi jadi penumpang pun tidak banyak.
putri tampak tenang tak berisik seperti biasanya. Hal itu membuat putri terganggu. Sempat terpikir olehnya jika tidak benar - benar ingin berkencan dengannya. Ia pun menghela nafas berat seakan - akan mendapat tekanan batin dari seseorang.
"Kau kenapa, reyhan? kau sakit?" tanya putri tiba - tiba. Ia pun menyentuh dahi reyhan dengan telapak tangannya yang mungil dan lembut.
"Ah..ti..tidak. Apa aku terlihat sakit?" reyhan malah bertanya balik.
"Iya. Kamu seperti orang yang lagi punya tekanan batin," jawab putri dengan wajah serius.
"Benarkah?" tanya reyhan memastikan.
"Ya. Apa kau menyesal jadi pacarku? Gadis yang lebih tua darimu?" putri bertanya tentang hal yang sering ia tanyakan.
"dodol," jawab reyhan. Ia memeluk gadisnya. Tak peduli dengan situasi di dalam gerbong ada orang - orang yang memerhatikannya. "Sudah ku katakan kalo aku menyukaimu. Justru aku yang takut kalo putri yang terpaksa jadi pacarku," jelas reyhan melepaskan pelukannya.
putri tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di d**a bidang sang kekasih.
"Aku gak terpaksa. Aku senang jadi pacar reyhan . Entah kenapa kau selalu spesial dan berkilauan di mataku. kau juga bisa menjadi sosok lelaki dewasa dan remaja. Aku menyukai hal itu. kau yang bisa ku ajak curhat. Aku sangat menyukainya," balas putri dengan wajah merona. Ia menahan malu untuk mengatakan hal itu.
reyhan tersenyum.
"Ternyata kau pintar merayu ya," gumam reyhan Ia tersenyum.
putri membalikkan wajahnya dan menatap wajah reyhan tapi pesona reyhan terlalu kuat. Secepat kilat gadis itu memalingkan wajahnya ke arah lain. Tapi reyhan , pemuda dimabuk asmara yang tak tahu malu malah menarik putri sehingga wajahnya mencium d**a bidang reyhan.
"Kau sangat lucu, putri. . Sikap gugupmu membuatku ingin ketawa," ujar reyhan. Ia memeluk putri.
Blush. putri diam saja. Ia tidak dengan apa yang terjadi padanya. Pesona kekasih barunya membuatnya lupa segalanya dan dirinya selalu saja jadi gugup dan berubah. Bukan putri sang gadis dewasa tapi putri gadis remaja yang sedang dimabuk asmara.
Tak terasa perjalanan pun usai. Mereka telah tiba di tempat tujuan yakni taman bermain terkenal di jakarta . Pusat berbagai macam permainan seperti komedi putar, rolling coaster dan sebagainya.
"Wow..! Kita main ke sini?" tanya putri. Ia begitu takjub dengan wahana permainan yang sangat beragam. Matanya juga berbinar - binar
"oke. Kita sudah di sini jadi main di tempat ini lah. Jangan bilang kalau kamu gak pernah main ke sini?" sahut reyhan.
putri mengangguk lalu menjawab,
"Belum. Dulu aku sibuk kuliah dan kerja. Gak bisa main ke sini. Kalau kencan juga cuma ke taman saja ," jawab putri dengan nada sedih.
"Sudah ah jangan sedih. Aku kan udah bawa kamu main ke sini. Jadi kamu harus senyum dan bahagia," ujar reyhan mengelus pipi putri.
"Ok. kau juga harus seneng. Kita bersenang - senang bersama ya!" seru putri penuh semangat.
reyhan dan putri pun menemui tempat pembelian karcis lalu tangan mereka diberikan cap dan saatnya untuk mereka menikmati wahana permainan.
"reyhan, mau naik apa dulu?" tanya putri sudah tidak sabar untuk main.
reyhan berpikir sejenak.
"hm. Roller coaster, atau terserah kau saja, putri. Tapi kalau takut naik roller coaster juga naik yang lain aja," jawab reyhan menyarankan wahana yang menegangkan.
"Aku nggak takut," jawab putri cepat.
"Ok. Kita naik itu saja, " sahut reyhan. Keduanya pun memasuki antrian untuk naik wahana roller coaster. Tak beberapa lama giliran mereka untuk menaiki wahana tersebut. Awal naik wahana, gadis itu biasa saja tapi saat naik dan mulai melaju, putri mulai merasa pusing. Dan..
Ueeek. putri muntah setelah turun dari roller coaster. reyhan segera membelikan minuman dan juga tisu.
"putri kau tidak apa - apa?" tanya reyhan tampak cemas melihat gadisnya muntah - muntah setelah menaiki wahana roller coaster.
"Aku nggak apa - apa, kok, reyhan. Hanya sedikit pusing. Ternyata naik wahana itu bikin pusing ya. Maaf," jawab putri. Ia duduk di atas bangku panjang. Wajahnya agak pucat.
"Aku yang harus minta maaf, putri. Tahu begini aku tidak akan membiarkanmu menaiki wahana itu," gumam reyhan. Ia juga duduk di dekat putri sambil mengusap leher belakang dan dahi gadisnya yang penuh keringat.
putri tersenyum bahagia atas perhatian yang diberikan oleh kekasih barunya. Kemudian ia mengusap rambut reyhan.
"Kita naik wahana yang lain yuk! Ayo, reyhan!" ajak putri tetap bersemangat.
reyhan pun tersenyum. Ia patuh saja kepada gadisnya. Baginya yang penting adalah putri senang. Itu prioritas utama pemuda tanggung itu.
putri pun memilih naik komedi putar. Tapi reyhan tidak ikut. Ia hanya diam dan mengambil gambar gadisnya yang sedang tersenyum bahagia. Kemudian naik kora - kora. Kali ini putri tidak ikut naik. Ia masih takut. Lalu mereka menaiki beberapa wahana lain.
Kedua kaki mereka membawa mereka melangkah ke depan sebuah tempat yang paling putri hindari, yakni rumah hantu. Ia ingin masuk tapi takut. Akhirnya ia pun masuk ke dalam rumah hantu bersama kekasihnya.
putri terus memegang lengan reyhan dengan kuat hingga lengan reyhan .
"putri, kalau kau takut, lebih baik kita jangan masuk. Ok?" ujar reyhan mencemaskan kekasihnya yang mulai memucat.
"Gak. Aku nggak takut. A..aku selalu penasaran dengan isi rumah hantu. Lagipula hantu di sini kan bukan hantu beneran. Jadi gak ada yang harus ditakuti," jawab putri setenang mungkin padahal ia merasa takut.
reyhan menurut saja. putri saat ini terlihat 100 kali lebih manis dan cantik hingga membuat dirinya ingin membawa kekasihnya untuk kabur.
Mereka pun mulai memasuki rumah hantu. Penampakan pertama belum bisa membuat putri takut, hanya gelisah saja. Kalau reyhan, dia tidak takut dengan mahluk halus. Di dunia ini tidak ada yang ia takutkan kecuali ditinggalkan putri. Tentu saja.
Penampakan kedua, putri masih kuat, lalu penampakan ketiga dan seterusnya sukses membuat gadis cantik itu ketakutan ditambah ruangan yang gelap dan suasana mencekam. Jika tidak ada reyhan bersamanya maka sudah dipastikan ia akan pingsan seketika.
Pegangan lengan putri kian mengencang. Tapi kali ini ransa yang memegang tangannya. Ia selalu memikirkan hal yang tidak - tidak saat lengannya mengenai d**a gadisnya yang begitu empuk dan ingin ia sentuh dan remas.
Tak terasa reyhan dan putri sudah sampai di pintu ke luar. putri langsung menarik tangan randa dan berlari menuju toilet. reyhan tidak ikut masuk karena dia laki - laki.
Semua wahana telah mereka coba dan naiki. Makan siang sudah, makan es krim sudah, beli cemilan lain juga. putri benar - benar menguras dompet reyhan yang notabene masih duduk di bangku SMA. Tapi reyhan sama sekali tak keberatan. Setelah lulus SMA nanti ia akan mengambil kuliah sambil bekerja membantu kakaknya di perusahaan milik keluarganya, sutomo corp. Perusahaan keluarganya sudah memiliki beberapa cabang di luar kota jakarta. Jadi ia tidak terlalu memusingkan masalah mencari pekerjaan.
Pemandangan matahari terbenam dilihat dari dalam wahana bianglala sangatlah indah dan menakjubkan. Begitulah yang sedang putri saksikan. Duduk di dalam bianglala bersama sang kekasih membuatnya semakin bahagia. Matanya tertuju menyaksikan pemandangan matahari terbenam.
"Waah..indah sekali! reyhan, coba lihat!" seru putri seperti anak kecil. Ia malah berdiri di dalam bianglala. Wajahnya tak henti memancarkan senyuman manisnya.
Sang kekasih a.k.a reyhan juga tersenyum melihat kekasih manisnya.
"Pemandangan dari atas sini sangat cantik. Aku suka sekali!" seru putri masih terlihat senang.
reyhan berdiri lalu memeluk gadisnya dari belakang seraya berkata,
"putri, ada yang lebih cantik dari pemandangan yang sedang kau lihat."
"Apa itu?" tanya putri ingin tahu. Ia pun membalikkan badannya.
"Kau, putri," jawab reyhan tersenyum kemudian mencium kening putri.
Wajah putri merona. Ia tidak menyangka jika putri akan mencium keningnya. Ternyata pria tampan yang menjadi kekasihnya benar - benar romantis
"aku mencintaimu, putri," gumam reyhan memeluk tubuh mungil putri
putri hanya diam. Wajahnya memerah hingga ke kedua telinganya. Mulutnya tak bisa berkata - kata. Jantungnya berdetak lebih kencang. putri memang jatuh cinta kepada pemuda tampan yang selalu ia anggap sebagai adiknya itu. Tapi kenyataannya berbeda. Pemuda itu memiliki perasaan lebih terhadapnya. Dan putri juga memiliki perasaan yang sama.
reyhan tersenyum. Ia sangat senang melihat gadisnya yang tersipu malu. Wajah manis dan polos putri sungguh membuatnya tertarik.
"Ayo kita turun! Wahana ini sudah berhenti, " ajak reyhan sambil memegang tangan putri. putri menjawab dengan anggukan kepala.
Pasangan berbeda usia itu terlihat begitu romantis hingga orang - orang yang mereka lewati merasa kagum dan juga iri. Sang pemuda yang tampan dengan badan yang proporsional dan juga kekasihnya yang sangat manis, cantik meski tampak seperti gadis SMP .
*
*
*
*
*
Di luar gerbang rumah kediaman sari . putri dan reyhan tengah berdiri di depannya.
"reyhan, terima kasih ya untuk hari ini. Boneka beruangnya juga. reyhan sampai harus menembak berulang - ulang," ucap putri sambil memegang boneka beruang berwarna coklat yang randa berikan.
"Aku yang harusnya berterima kasih. putri sudah membuat kencan pertamaku berkesan," balas reyhan. Ia juga tersenyum malah sepanjang hari ia selalu tersenyum saat bersama gadis mungil itu.
"Cepat pulang ke rumahmu, reyhan!" perintah putri sambil mendorong punggung reyhan dengan pelan. Wajahnya masih merona.
" dah,dodol "?
" dah juga, donat "?
?????
Keesokan harinya di ruang kelas reyhan berada. Seperti biasa ia duduk di kursinya dekat jendela.
Ada background bunga - bunga bermekaran yang terpancar dari dalam aura tubuh randa. Itulah yang saat ini sedang dilihat oleh trio sahabat reyhan yaitu bayu, deo dan danu.
bayu dengan suara tawanya yang khas mendekati pemuda bersurai hitam itu. Rasa keinginan tahuannya begitu besar. Apalagi reyhan berbeda dari biasanya.
"Hei, reyhan! Sepertinya kau lagi senang. Apa yang membuatmu senang begitu?" tanya jirayut langsung ke inti permasalahan atau penyebab aura reyhan terasa hangat dan terang.
"no, " jawab reyhan. Tak mau menjawab.
"s**t. Dasar pelit!" seru bayu tak terima. Ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
danu mendekati kedua pemuda itu. Ia duduk di depan reyhan.
"bayu, kau harusnya tahu. reyhan sedang bahagia," ujar danu .
deo yang biasanya malas ikut campur urusan orang lain tapi kini berbeda. Ia juga penasaran dengan reyhan.
"reyhan sudah move on dari putri atau reyhan sudah punya pacar," sahut deo sok tahu.
reyhan melirik ke arah gunawan.
"Kau tidak sepenuhnya salah, deo," gumam reyhan. Tak menunjukkan ekspresi apapun. "Aku tidak akan bisa move on dari putri," tambahnya.
bayu, danu dan deo menatap reyhan dengan tatapan tak percaya lalu bersimpati.
"Kemarin aku kencan dengan putri karena Sabtu malam ia telah kembali. Dan ia kembali hanya untukku," jelas reyhan tanpa ekspresi tapi dari nada bicaranya ketiga temannya tahu jika teman mereka sedang berbahagia.
"Waah.. Selamat, reyhan!" seru bayu sambil nyengir.
"Akhirnya dia jadi milikmu," tambah deo ikut senang.
"Syukurlah, reyhan. Kalian sangat cocok," sambung danu.
reyhan tak membalas ucapan dari ketiga temannya tapi ia berterima kasih lewat bahasa tubuhnya. Ketiga temannya memang harus tahu. Apalagi kini reyhan tengah berbahagia jadi tidak salah jika ketiga temannya mengetahui fakta yang sebenarnya. reyhan dan putri pacaran. reyhan ingin berteriak kepada semua orang jika dirinya sudah tidak jomblo lagi dan juga gadis yang menjadi kekasihnya sangatlah manis. Tapi ia tak akan pernah melakukan hal seperti itu. Norak dan alay.
*
*
*
*
*
Malam pun tiba. Kebiasaan sepasang kekasih yang baru saja terjalin beberapa hari tak akan pernah berubah yaitu saling mengirim pesan via mesenger. Apalagi keduanya belum bertemu sedari pagi. Rasa rindu ingin bertemu merasuki kedua pasangan berbeda gender itu yang sedang berada di dalam kamar pribadinya masing - masing.
reyhan keren ?
Malam sayang
Lagi apa?
Mikirin aku ya
reyhan menunggu cukup lama tapi pesan belum dibalas oleh sang tambatan hatinya.
'Ish. Si dodol ke mana sih? Apa dia lagi mandi ya?' batin reyhan bertanya - tanya. Ia pun berinisiatif untuk membuka gorden jendela kamarnya. Kamar di sebelah rumahnya masih gelap. Berarti putri belum pulang. Timbul rasa cemas di dalam hatinya. Ke mana gerangan sang pemilik hati? Sudah malam begini tapi belum pulang.
Saat reyhan hendak menelepon kekasihnya, lampu kamar putri menyala menampilkan siluet tubuh seorang gadis cantik. Lega melihat gadisnya dalam keadaan baik - baik saja.
reyhan pun membuka jendela lalu melemparkan sesuatu tepat ke arah jendela kamar putri.
Jendela kamar pun terbuka. Sesosok gadis yang tengah dirindukan pun muncul meski hanya sebagian wajahnya sampai d**a.
"re..reyhan? Kenapa kau duduk di jendela?" tanya putri dengan polosnya.
"hm," jawab reyhan tak jelas.
putri memutar mata. Ia bosan.
"hm apa? Ngomong yang jelas!" seru putri jengkel.
"Buka ponselmu!" jawab reyhan.
"Ok," jawab putri tapi sebelum ia menutup jendela, ia meminta reyhan untuk masuk dan menutup jendela kamarnya. reyhan pun menurut.
"Anak pintar," gumam putri sambil tersenyum.
putri pun segera mengambil ponsel dan membuka aplikasi mesenger. Ada pesan dari kekasihnya. Bocah SMA yang menjalin hubungan cinta dengannya.
alif putri ?
Malam juga
Aku baru beres mandi
Sang kekasih tampannya membalas pesannya dengan begitu cepat. Tak mencapai satu detik.
reyhan keren ?
Kok gak pake sayang sih?
putri terkekeh membaca pesan dari kekasihnya. 'Dasar bocah, ' batin putri.reyhan sangat lucu.
alif putri ?
Iya sayangku yang tampan
Sang pemuda yang sedang berbaring di kamar sebelah rumahnya tersenyum saat mendapat pesan dari kekasihnya.
reyhan keren ?
Gitu dong
Kan kita udah pacaran
alif putri ?
Iya iya
Oh iya
Liburan nanti aku mau pulang kampung
reyhan keren ?
Apa?
Berarti kita gak bisa ketemu dong
alif putri ?
Kan masih ada dua minggu lagi sebelum libur panjang
Meski aku kerja
reyhan keren ?
Oke
Nanti kalo ada di rumah, hubungi aku
Aku akan berkunjung ke rumahmu
alif putri ?
Siap tampanku
reyhan keren ?
Cepat tidur ya
Jangan kurang tidur, putri
Aku gak mau kamu kurang tidur
alif putri ?
Oke sayang
reyhan keren ?
Setelah lulus SMA nanti, aku akan kuliah sambil kerja
Aku ingin segera melamarmu
Blush. Wajah putri merona. Ia tak menyangka jika reyhan kekasihnya yang masih remaja telah berpikir lebih jauh. Tak terasa cairan bening mengalir dari sepasang matanya.
alif putri ?
terima kasih reyhan
Tapi..apa kamu gak mau mengoleksi mantan?
"Mantan?" beo reyhan. "Memangnya mantan itu barang? Dasar dodol," gumam reyhan terkekeh.
reyhan keren ?
Aku maunya sama kamu
Gimana?
Aku udah cinta mati sama putri
alif putri ?
Tapi..
reyhan keren ?
Jangan pake tapi!
Aku kan sudah bilang kalau aku gak akan pernah ngelepasin kamu
alif putri ?
reyhan,aku mencintaimu
reyhan keren ?
aku juga mencintaimu,putri
Sepasang sejoli berbeda gender itu pun tersipu malu dengan wajah memerah. Perasaan yang sama takkan lekang oleh waktu. Walau rintangan menghadang pasti akan bisa terlewati.
Satu minggu kemudian. putri akan pulang kampung. reyhan mengantarnya sampai airport sukarno hatta.
"Jangan sedih dong, reyhan. Aku kan hanya pulang dua minggu saja, " ucap putri dengan lembut.
reyhan terus memeluk kekasihnya dengan erat. Ia sangat takut kehilangan putri. Kalau bisa ia akan menahan kepergiannya.
"Kenapa harus pergi, sayang? Kau tahu kan liburan nanti aku selalu berdiam diri di rumah. Kalau ada kau aku bisa bermain ke rumahmu," ungkap reyhan melepaskan pelukannya. Padahal ia masih ingin memeluk gadisnya. Tak rela putri pergi.
putri tersenyum sambil merangkup wajah kekasihnya. Ia harus berjinjit karena tubuh kekasihnya yang sangat tinggi.
"Aku pasti kembali. Tunggu aku, ya," balas putri . Ia pun mencium kening reyhan . "Ja..jangan sedih lagi ya. Aku kan udah ngasih hadiah," gumam putri dengan wajah memerah karena malu telah mencium kening kekasihnya di depan umum.
reyhan tersenyum tipis.
"Aku pasti akan menunggumu, putri," balas reyhan . Ia mencium kening putri
"Aku pergi ya, reyhan. Kali ini aku pasti akan mengabarimu," ucap putri.
"Harus dong," balas reyhan. Dengan berat hati ia melepaskan pelukannya dan membiarkan putri pergi atau lebih tepatnya pulang kampung.
BERSAMBUNG