reyhan menoleh ke samping dengan gerakan lambat. Sesosok gadis memiliki rambut yang diikat ponytail nan cantik yang selama ini tengah ia rindukan sedang memegangi payung dan berusaha memayungi reyhan dari air hujan.
"Ka...kau?!" seru reyhan. Ia sangat terkejut.
Tanpa pikir panjang reyhan langsung memeluk sesosok gadis cantik yang sedang memayunginya hingga payung yang ia pegang terjatuh ke bawah. reyhan tak hanya memeluk gadis itu tetapi mengangkat tubuhnya yang mungil putri dan keduanya berputar-putar dengan air hujan sebagai hiasannya.
"reyhan, lepaskan! Kepala kita jadi kena hujan kan!" seru putri dengan wajah merona malu akibat diangkat oleh reyhan.
"Gak! Takkan aku lepaskan! Aku takut kau pergi lagi, putri!" bantah reyhan masih memeluk putri. Namun ekspresi wajahnya tiba - tiba berubah dari senang menjadi sedih.
"Jangan - jangan...kau kembali ke sini karena mau ngasih undangan?" tanya reyhan sudah menurunkan putri dari gendongannya.
Alis putri terangkat sebelah. Lalu sesaat kemudian ia mencubit lengan kekar reyhan yang tertutupi sweater lengan panjangnya.
"Kenapa kau mencubitku, dodol?!" seru reyhan tak terima dan kesal.
"Ish.bodoh! Kalau aku mau menikah, kenapa aku balik lagi ke sini? Gak biasanya reyhan yang terkenal jenius jadi bodoh begini," gumam putri. Mengambil payung yang terjatuh saat ia diangkat oleh reyhan. Tapi reyhan kembali memeluk putri. Ia tak peduli dengan barang belanjanya yang diletakan di bawah kakinya terkena tetesan air hujan. Lagipula cemilan itu masih berada di dalam bungkusnya jadi tidak akan basah.
"Aku jadi bodoh karena kamu, putri. Kau pergi tanpa pamit padaku dan juga selama seminggu tak mengabariku. Ku pikir kau mau menikah dengan pria itu di kampung halamanmu, " jelas reyhan sambil memeluk putri dengan erat.
putri tak henti - hentinya tersenyum melihat reyhan yang bertingkah seperti anak kecil.
"Aku akan menceritakan semuanya padamu. Jadi, ayo kita pulang! " ajak putri.
reyhan pun melepaskan pelukannya.
"Ok. Cerita ya pas sampai di rumah. Jangan gak! " seru reyhan tampak menggemaskan di depan putri.
"Siap, pacar labilku! " jawab putri. Menutup payung karena hujan sudah reda. Ia juga menggandeng tangan reyhan.
Blush.
"Pa.. Pacar? " beo reyhan. Ia tersipu dan juga terkejut karena gadis cantik yang sedang berjalan di sampingnya mengatakan ia adalah pacarnya sambil menggandeng tangannya.
"Iya. Kita pacaran kan? Jangan pura - pura lupa! Ayo! kak radit pasti sudah lama menunggu cemilan yang sedang kau bawa, " jawab putri. Ia selalu memasang wajah tersenyum tapi reyhan bisa merasakan ada kesedihan di balik senyuman manisnya itu. Ia akan menginterogasi gadis cantik itu setelah tiba di rumah nanti.
'Apa yang sedang kau pikirkan, putri Semoga kau tak terpaksa menerimaku menjadi pacarnya, ' batin reyhan. Ia merasa sedih.
Kedua sejoli yang kini resmi menjadi sepasang kekasih itu berjalan bergandengan tepatnya putri yang menggandeng tangan reyhan berjalan dalam dinginnya malam Minggu yang dihiasi hujan gerimis.
reyhan dan putri pun sampai di depan kediaman reyhan. Sesampainya, kedua telinga mereka harus rela mendengar omelan dari sang nyonya ratna.
"Dasar kalian ini! Sudah besar tapi main hujan - hujanan! reyhan, cepat ganti baju tapi kepalamu basuh dulu pakai air hangat! " perintah ratna.
"Baik, bunda. Oh iya, putri. Yang tadi itu.. " gumam reyhan sambil menyerahkan bungkusan yang berisi cemilan yang dipesan oleh radit.
"Nanti aku ceritakan semuanya. Kau mandi dulu saja sana. Aku pulang dulu ya. dah.. Selamat malam, aunty, " sahut putri masih memasang ekspresi bahagia. Pamit lalu ke luar dari rumah reyhan.
'Ekspresi wajahmu tak bisa membohongiku, putri, ' batin reyhan. Ia pun pergi ke kamar mandi.
ratna tersenyum melihat tingkah putra bungsunya. Lalu ia menoleh ke arah pintu masuk setelah beberapa saat putri ke luar.
'Gadis itu.. ' batin ratna.
reyhan sudah selesai mandi dan mengganti pakaian. Ia iseng membuka gorden dan jendela kamarnya. Tampak lampu kamar tetangga sebelah rumahnya menyala. Tentu saja menyala karena putri sudah pulang. Terbesit rasa aneh dan juga curiga ketika reyhan melihat senyuman dari putri. Senyumannya terkesan palsu dan dipaksakan. Ia harus mencari tahu. Bukankah gadis itu mau menceritakan semuanya pada reyhan? Tapi mengapa gadis cantik itu masih belum datang? Padahal sudah hampir setengah jam.
Menunggu adalah sesuatu hal yang menyebalkan bagi setiap orang tak terkecuali bagi si pemuda berambut panjang sebahu nan tampan itu. Ia berinisiatif untuk pergi ke rumah putri. reyhan khawatir. Ia cemas terhadap gadisnya yang baru saja mengaku sebagai kekasihnya.
Tap tap. Terdengar suara langkah kaki menuruni dari tangga. reyhan sang pelaku berjalan lebih cepat untuk segera menemui kekasih hatinya yang berada di sebelah rumahnya.
"kak radit! Aku ke luar dulu! " seru reyhan kepada sang kakak yang kebetulan berdiri tak jauh dari tangga rumah.
"Hati - hati, reyhan! Jangan kebablasan! " sahut radit. Padahal omongannya tak akan didengar oleh reyhan karena adik kesayangannya sudah berada di luar rumah dan mungkin tiba di rumah putri.
reyhan mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Ia pun masuk ke dalam rumah sepupu kekasihnya. Hanya beberapa kali ia masuk ke dalam rumah yang ditinggali oleh gadis pujaannya. Jadi ia sedikit linglung mengenai tata letak ruangan di rumah itu.
Bukan reyhan jika tidak bisa menemukan putri. reyhan segera berjalan menghampiri gadisnya dengan baju bermotif berwarna coklat Terdengar isak tangis dari bibir putri.
"pu...putri?" reyhan segera memeluk gadis itu dengan penuh kasih sayang. "Kau kenapa menangis, putri? Cerita pada pacarmu yang tampan ini, hm, " ujar reyhan sambil memeluk putri.
putri tetap menangis. Ia juga tak menolak saat reyhan memeluknya.
"Ma..af, reyhan. Hiks.. Hiks.. Biarkan.. Hiks.. Aku menangis.. Hiks.. " jawab putri masih menangis dan terisak.
"Ok. Nangis aja. Kalo itu bikin kamu tenang, " balas reyhan terus mengusap punggung sang gadis.
Lima belas menit kemudian. putri berhenti menangis. putri melepaskan pelukannya.
"reyhan, maaf. Aku udah nangis di depanmu. Aku seperti gadis remaja saja, " ucap reyhan dengan wajah memerah karena malu. Umur sudah dewasa tapi masih suka menangis.
"Gak apa. Nangis saja. Bukannya perempuan tuh kalo udah nangis selalu ngerasa tenang dan lega?" balas reyhan.
Blush.
"A..apa yang kau lakukan, reyhan? "tanya putri terkejut saat reyhan kembali memeluknya.
reyhan tersenyum lembut.
"memelukmu, " jawab reyhan santai.
"hm.. " ujar putri
"Aku kangen sama kamu. kau menghilang begitu saja. Aku tersiksa saat kau tidak ada. Hidupku juga hampa tanpamu, putri," gumam reyhan sambil mencium kening putri.
putri pun menceritakan tentang putusnya ia dengan alex kepada reyhan.
" jadi,begitu ceritanya,reyhan?! aku dan alex shock saat papa bilang aku dan alex saudara kandung,reyhan memotong ucapan putri
" saudara"!? maksudnya,apa putri "? beo reyhan bingung
putri terdiam sesaat,kemudia ia melanjutkan ucapannya yang dipotong reyhan.
" hm!? aku dan alex saudara kembar.papa mengatakan kalau alex diculik mantan baby siter kami yang menyukai papa.selama 24 tahun papa dan mama terus mencari kakak kembarku tanpa putus asa.tapi akhirnya perjuangan kami membuahkan hasil ? haru putri
reyhan hanya diam,dia menunggu putri menyelesaikan ceritanya.
" hiks...pantas saja orang-orang yang melihat kami bilang kami mirip hiks hiks ternyata benar kalau alex adalah kakakku yang selama ini hilang.
reyhan memeluk putri dengan perasaan hati senang karena putri tidak akan bersama alex karena tidak mungkin kan saudara kandung menikah.
' terima kasih,ya allah ' lirih reyhan sambil memeluk putri.
"Kau ngurusan ya? " tanya reyhan. Kali ini tangannya pindah ke pinggang gadisnya yang terlihat semakin ramping.
"Apa? Mungkin. Belakangan ini nafsu makanku turun. Dan juga aku jarang makan jadi ngurusan deh. Hehe, " jawab putri tertawa garing.
"Dasar, dodol! Ayo kita makan! Aku tidak mau kau jadi kurus, " ujar reyhan sambil mencubit pipi gadisnya yang memang tidak chubby.
"Huh, reyhan! Aku memang belum makan. Tadi pas nyampe rumah aku langsung ngejemput kamu, reyhan. Jadi gak sempet makan. Padahal makanan udah ada, " balas putri dengan wajah menggemaskan minta digigit.
"reyhan. Aku mau menghangatkan makanan, " pinta putri.
"Iya. Jangan lama ya, sayang ," ucap reyhan sambil mengedipkan sebelah matanya setelah melepas pelukannya.
Blush.
"Dasar gombal! Abg labil! " seru putri berjalan ke dapur.
"Abg labil juga bisa bikin kamu klepek - klepek, kan? " balas reyhan selalu menang dalam berargumen dengan kekasihnya.
Beberapa menit kemudian. putri datang sambil membawa dua mangkuk makanan yang telah ia hangatkan.
"Ayo makan! " seru putri sudah kelaparan.
reyhan mengangguk dan mengambil makanan yang telah putri sediakan.
sepasang kekasih itu mengucapkan doa makan dalam hati.
Skip acara makannya karena putri kelaparan jadi ia fokus dengan makanan saja tetapi tetap melayani kekasihnya seperti suaminya. Mengamblkan minum.
"Kenyang," ungkap putri sambil memegang perutnya yang masih kurus. Ia duduk di samping kanan reyhan.
"Bagus kalo kau kenyang. Jadi gak lapar lagi, " sambung reyhan. "Oh iya. Besok main yuk? "
"Main? Aku lagi gak punya uang, reyhan. Nanti mainnya kalo aku udah kerja lagi ya, " tolak putri.
"Dasar, dodol. Aku yang traktir. Kebetulan uang saku yang ayah berikan belum ku gunakan. Lumayan bisa buat kencan. Gimana? " ujar reyhan.
putri berpikir sejenak.
"Ok. Pokoknya reyhan yang traktir. reyhan kan pacarku, " balas putri tersenyum.
"Ya aku pacarmu. Laki - laki yang selalu membuatmu berdebar kencang, " sahut reyhan.
"Benar, " jawab putri refleks.
"Juga bisa membuatmu nyaman dan tenang, " tambah reyhan. Memancing putri agar jujur.
"Iya, benar lagi, " jawab putri.
"Selalu ada di pikiran dan di hatimu, dan juga..."
"Iya, kau benar semua, reyhan! " seru putri. "Eh?!" Mendadak wajah gadis cantik itu merona akibat malu.
reyhan malah tertawa. Ia menyeringai puas. Ternyata putri memang menyukainya. Buktinya semua yang ia rasakan sama dengan yang putri rasakan. Itu berarti cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
"hm. I love you, my dodol, " ucap reyhan lalu mencium punggung tangan putri dengan lembut.
"I love you too, donat, " balas putri . Wajah keduanya memerah.
reyhan tersenyum lalu menciumi kening putri. Ia merasa sangat bahagia. Perasaan cinta yang tersambut. putri kembali padanya dan mengatakan ia juga mencintainya.
'Nikmat apa yang aku dustakan? Nikmat tiada tara karena putri telah menjadi milikku. Aku harus segera meresmikan hubunganku dengannya,' batin reyhan.
Begitulah kehidupan Sabtu malam si pemuda berambut panjang itu. Ia tak menyangka jika ia juga akan merasakan Sabtu malam seperti remaja lelaki pada umumnya. Apalagi sebelumnya ia berstatus nolep dan jones. Kini ia sudah taken. Berpacaran dengan putri yang cantik meski umurnya 7 tahun lebih tua darinya tapi wajah dan tubuhnya masih seperti gadis SMP. Sangat menggemaskan. Benar - benar mirip anak smp.
Pukul 22.30 reyhan pulang ke rumahnya dari acara malam Mingguan a.k.a ngapelin pacarnya. Dia pulang karena kekasihnya sudah sangat mengantuk. Tadinya ia mau menginap tapi berhubung jarak rumahnya dengan rumah kekasihnya hanya beberapa langkah, jadi ia memutuskan untuk pulang.
Setelah mencium kening gadisnya, randa pun pulang. Tak lupa ia mengucapkan selamat malam dan mimpikan dirinya. putri hanya tersenyum menanggapi tingkah kekasihnya yang menurutnya lucu dan juga begitu perhatian. Semoga saja reyhan selalu bersikap hangat kepadanya. Takkan pernah berubah dalam mencintai dirinya.
"Oh, iya. Besok jadi ya. Ok. dah, putri! " seru reyhan . Pergi dan ke luar melewati gerbang rumah putri.
"Iya, reyhan. Dasar! " balas putri. Tersenyum. Semoga ia tidak salah dalam memilih kekasih hati. Apalagi reyhan masih remaja dan bersekolah. putri harus ekstra sabar dan lebih kuat mengikat reyhan. Karena kekasihnya lebih muda darinya jadi putri harus pintar - pintar mempertahankan hubungan mereka.
reyhan membuka pintu rumahnya
Di dalam sang kakak telah menanti kedatangan sang adik tercinta.
"Cie.. Yang udah ngapelin pacar. Ampe pulang malam gini, " sahut radit. Ia menggoda reyhan. Tapi reyhan berjalan melewatinya tanpa membalas perkataanya.
"Yang udah ketemu pacar mah wajahnya langsung cerah. Gak kayak seminggu lalu. Galau terus!" ejek radit memancing emosi adiknya. Ia mengekori reyhan yang berjalan ke arah dapur.
reyhan menoleh ke belakang.
"hm. Makanya cari pacar. Umur udah tua tapi masih jones. kak sari tuh menunggu kakak, " balas reyhan. Sekarang ia yang mengejek kakaknya.
"Gak. Kenapa harus sari sih? Perempuan kan banyak, " tolak radit.
reyhan menaikkan alisnya sebelah. Ia tak habis pikir dengan sikap kakaknya.ia meninggalkan radit seorang diri
??????????
Di dalam kamar atau lebih tepatnya kamar yang selalu dijadikan markas oleh seorang reyhan. jika sedang malas ke luar dari kamar karena kenolepannya. Saat ini ia sedang membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Merogoh hp yang ada di saku celana. Melihat galeri ponsel yang dipenuhi oleh foto sang pujaan hati. Ketika di rumah selfi, maksudnya di rumah sari , reyhan tanpa sengaja mengobrak abrik isi ponsel kekasihnya. Ia menemukan foto putri dalam jumlah tak sedikit. Foto - fotonya sangat bagus. putri yang manis difoto di tengah sawah, danau, dan juga sungai. Masih banyak foto lainnya. reyhan jadi ingin mendatangi kampung halaman kekasihnya. Sepertinya menyenangkan jika liburan di kampung halaman putri. Mungkin saat liburan musim panas nanti ia akan berlibur ke sana sambil pedekate dengan orangtua kekasihnya.
Ya dia harus pergi ke sana. Sekalian meresmikan hubungan mereka. reyhan tersenyum ketika melihat foto kekasihnya. Ia merasa bahagia luar biasa. Bagaimana tidak? Kini putri sudah menjadi kekasihnya. Meski putri selalu berkata tidak menyukainya tapi dari sikap sudah ketahuan bahwa putri menyukainya. putri memang gadis yang unik. putri tak akan pernah melepaskan gadis cantik itu apapun yang terjadi. Walau umur mereka berbeda 7 tahun tapi umur tak jadi masalah. Asalkan ada cinta, rintangan seberat apapun pasti akan terlewati. Sambil memeluk guling, tak terasa sepasang mata sekelam malam itu terpejam dan kesadaran pun hilang. reyhan tertidur dengan wajah yang tersenyum.
# sampai jumpa lagi di episode selanjutnya #
BERSAMBUNG..............????????????