51. Lomba

1990 Kata

Saat ini, fokus utamaku dalam hidup hanyalah mencoba membuat diri ini sesibuk mungkin, dan jujur saja, aku bersyukur karena latihan angklung ditambah durasinya. Anak-anak lain sebel, tapi aku happy. Karena itu artinya, aku hanya akan fokus dengan angklung dan pikiranku tidak akan dibajak oleh kenangan-kenangan milik Kemal. Sesi latihan kali ini tak hanya bermain angklung saja, tapi kami juga harus bernyanyi mengikuti alunan musik yang kami mainkan. Ribet yaa. Aku takut aja nih salah goyangin angklung. Lalu, saat istirahat yang diberikan Pak Eman selama 15 menit, anak-anak mulai ribut. “Gila, gak kondusif ya gak sih?” ujar Bintang padaku, “Iyaa sih, lumayan,” sahutku karena memang, anak-anak ada yang mulai kelelahan karena latihan terus-menerus, tidak seperti aku yang memang niat untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN