Kami berpelukan di kasur sambil sesekali saling memberikan ciuman ke wajah masing-masing. Kubenamkan wajahku di dadanya Genta, menghirup aroma tubuhnya yang sangat maskulin. Dari dulu, Genta tuh selalu wangi. “Kamu pipis dulu gih,” katanya lembut sambil memainkan rambutku. “Heu?” “Cewek tuh kalau habis ML harus pipis sayaang, sana gih,” “Iya gitu?” “Iya, baca aja di google kalo gak percaya,” “Oke, aku percaya,” kataku lalu melepaskan diri dari pelukannya. Sambil turun dari kasur, aku memungut piyama milikku untuk kukenakan kembali. Di kamar mandi, aku buang air kecil dan entah kenapa aku merasa lega, gak perih sakit seperti kali pertama. Membersihkan diri, aku memakai pakaianku lalu keluar, kulihat Genra sudah memakai celana pendeknya tapi ia masih bertelanjang d**a. Ia berjalan k

