Tak Sengaja Bertemu

1535 Kata

“Ada apa lagi? Kok, tiap kali datang asem mulu mukanya?” sapa Tomi setibanya Adrian di ruangannya di hari Senin pagi. Adrian tambah cemberut, masuk ke dalam ruangan, duduk di kursinya lalu mengomel kesal. “Berisik! Nggak usah hiraukan aku. Urus aja pekerjaanmu! Aku cuma mampir sebentar aja kemari.” Tomi tidak bisa tidak heran akan kelakuan atasannya yang menurutnya semakin aneh. “Lho, kok, gitu? Ngapain datang kalau cuma sebentar doang?” “Ada hal penting yang harus aku lakukan?” sahut Adrian ketus. “Apa? Jangan main diem-dieman dan rahasia-rahasiaan, Adrian! Kalau terjadi hal buruk, terutama terkait perusahaan, nanti aku nggak bisa bantu,” saran Tomi. “Ini urusan pribadiku.” Tomi mencebik kesal. “Sejak kapan urusan pribadi tidak kamu ekspos padaku?” Adrian benar-benar bingung. Rasan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN