Apa boleh buat, Vania terpaksa mengiyakan permintaan Andre karena yang dikatakan oleh laki-laki itu tepat. Ia tidak punya banyak waktu untuk kembali datang ke perusahaan Hadikusuma hanya demi untuk membahas urusan bisnis, sedangkan ada puluhan bahkan ratusan proposal bisnis yang masuk yang harus ia review. Hanya karena ia merasa sedikit klik dengan Andre dan juga begitu penasaran dengan perusahaan Hadikusuma yang tidak pernah bersinggungan dengan perusahaannya, membuatnya datang pagi-pagi di tengah aktivitasnya yang padat untuk bercengkerama kembali dengan CEO tampan pilihan sang mama. Meskipun saat ini ia kesal karena ada seorang laki-laki b******k yang mengusik urusan bisnisnya dengan Andre. “Baiklah kalau kamu memaksa.” Senyuman indah di wajah Andre pun kembali mengembang. “Nah, gitu

