Vania menganga mendengar perkataan Adrian. Ia kesal dan geram, ingin segera melepaskan tangan Adrian di pinggangnya dan langsung menjelaskan pada Rendra kalau ia tak punya hubungan apa pun dengan laki-laki gila itu. Namun, Adrian semakin memeluk erat pinggangnya sementara Rendra tak mau pusing langsung berbalik badan, meninggalkannya tanpa kata. Ingin memanggil Rendra kembali, tapi Vania gengsi. Ia tak mau dianggap terlalu mengharap Rendra. Lagi pula kalau calon jodohnya itu baik, tentu tak akan begitu saja meninggalkannya, tapi bertanya dan mengonfirmasi terlebih dahulu padanya. “Syukurlah dia mengerti, Sayang!” seru Adrian lega melihat Rendra enyah dari hadapannya. Sesaat kemudian kelegaan Adrian berganti jeritan kala Vania dengan kasar mencubit tangan Adrian dan menancapkan kukunya y

