Adrian belum menjawab pertanyaan Tomi dengan bibirnya, tapi kepalanya sudah lebih dulu mengangguk. Bahkan anggota tubuhnya sudah menyetujui, sebelum ia melafazkan persetujuannya. Gila! “Apa kamu yakin mau melepas kesenanganmu demi satu orang wanita? Sekalinya kamu menikah, maka kamu tak akan bisa menyentuh wanita lain lagi, bahkan tak akan bisa ke klub malam lagi. Karena kamu akan kehilangan istrimu jika kamu masih melakukannya. Apa kamu sanggup?” Tomi kembali menguji keseriusan Adrian. Sebab menikah bukan hal main-main, apalagi calon istri Adrian memiliki silsilah keluarga baik-baik. Sekali saja Adrian berkhianat, Tomi yakin Adrian akan dipisahkan oleh mama Vania yang setipe sifatnya dengan CEO cantik itu. Adrian mencerna ucapan Tomi. Kalau dulu, mungkin syarat itu pasti akan sangat be

