“Apa yang dia pikirkan sampai menyewa Ben untuk mengikuti keseharian Vania? Dia bahkan berniat mengacaukan kencannya dengan laki-laki lain, malah dirinya yang jadi teman kencan Vania. Sudah separah ini level kegilaannya, tetap saja dia tak mau jujur padaku.” Tomi bergumam kesal sambil menatap Adrian yang sedang bersitegang dengan Vania di ujung sana di mana pria tampan itu menguntit dari kejauhan aktivitas sahabatnya yang begitu meresahkan. Ia sengaja meluangkan waktu liburnya untuk menguntit kegilaan Adrian mengejar Vania dan hasilnya, Tomi cukup menganga melihat kebodohan sahabatnya tersebut. Adrian lupa kalau ia adalah tangan kanan di perusahaan yang terhubung dengan Ben, anak buah CEO tampan itu sehingga apa pun informasi terkait Adrian pasti juga akan dilaporkan padanya. Tomi sunggu

