“Sial, b******k, kurang ajar!” Vania tidak bisa tidak mengumpat geram saat membaca pesan dari Adrian setelah meninggalkan kediaman orang tuanya. Bagaimana tidak, ancaman Adrian tidak main-main. Selain mengetahui persis kalau dirinya sedang mengandung, Adrian juga mengirimkan rekaman suara dan juga beberapa foto yang diambil dari berbagai angle di mana ia dan Nick sedang berbincang-bincang di apotek bahkan di parkiran. Semuanya terdengar begitu jelas. Kenapa Adrian bisa mengetahui semuanya? Pasti dia mengirim mata-mata yang selalu mengikutinya sehingga bisa merekam percakapannya sejelas itu. “Kapan mata-matanya mengikutiku? Kenapa aku sampai tak sadar soal itu? Wajar saja dia selalu bisa mengacaukan semua janji temu dengan laki-laki yang dijodohkan oleh mama untukku. Tadinya aku pikir it

