Ancaman Adrian

1615 Kata

Vania sekuat tenaga menahan amarah yang meletup-letup di dalam dadanya saat makan malam berlangsung. Bagaimana tidak, meski ia kesal dan marah pada buaya darat yang duduk di sampingnya, ia tetap harus menampilkan senyum termanisnya di depan orang tuanya. Si b******k itu juga sengaja melakukan hal-hal manis padanya yang membuat mama dan papanya semakin kagum. “Pintar sekali dia bersikap romantis di depan mama dan papa. Dasar buaya rawa! Awas saja, kamu akan habis di balkon nanti!” omel Vania dalam hati. Sementara Adrian semakin menjadi-jadi. Kapan lagi ia bisa memegangi tangan calon istrinya, mengelap bibirnya dengan jarinya, meluapkan cinta kasihnya yang memang tulus dari dalam hati, bukan pura-pura. Andai diperbolehkan, rasanya ingin memeluk erat wanita cantik bermulut tajam itu lalu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN