Tiba-tiba sebuah tangan memeluk lengan Regan. Berharap laki-laki itu tidak menerjang langsung Erwin yang masih duduk di tempatnya. "Kenapa kamu bisa berada di sini?" tanya Regan menahan geramnya. "Dia ke sini untuk minta maaf. Erwin sudah menyesali semua perbuatannya," sahut Aura menjelaskan. Ia tidak ingin Regan salah sangka. Setidaknya atas niat baik Erwin saat ini. "Oh...iya? Lalu semudah itu kamu memaafkan b******n ini setelah apa yang telah dia lakukan padamu!?" tanya Regan lagi dengan nada sedikit meninggi. "Tenang Regan." Aura melirik Erwin yang masih terdiam di tempatnya. Sungguh, Aura tidak ingin ada perkelahian diantara mereka. "Dia benar-benar menyesalinya. Aku bisa melihat keseriusan di dalam matanya." Regan menolah pada Aura. "Bagaimana jika semua itu hanya kepalsuan

