"Boleh aku masuk?" tanya Erwin ragu. Aura memandang sosok di hadapannya dengan wajah ketakutan. Ia tidak menyangka jika Erwin berhasil menemukan keberadaannya sejauh ini. Jika sudah seperti ini, ke mana lagi ia harus berlari menjauhi Erwin? "Apa yang kamu inginkan?" tanya Aura mencoba menghiraukan pertanyaan Erwin. Bahkan ia sendiri dapat menangkap getaran dalam suaranya. Keringat dingin telah mengalir di sisi wajahnya. Erwin tersenyum lirih. "Sebegitu takutkah kamu padaku?" "Aku tidak takut padamu." Melihat ekspresi Aura, Erwin tahu jika gadis ini takut padanya. Dan semua ini dikarenakan kesalahan yang telah dilakukannya beberapa tahun yang lalu. "Aku berjanji tidak akan melukai. Aku hanya ingin berbicara denganmu, Ra." Ucapan Erwin kali ini sukses membuat Aura terdiam. Seriusk

