Dua tahun kemudian... "Ini kembalianmu nona, grazie tante." Regan menyodorkan kembalian tamunya, seorang gadis belia yang masih terpana memandang wajahnya. (*terima kasih banyak) "Si," sahutnya saat ia tersadar dari lamunannya sendiri. (*ya) Suara tawa keras dari Roberto, sepeninggal gadis itu membuat Regan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Puas kau?" "Scusa," ucap Roberto. "Hanya saja sejak kau kembali ke sini, banyak pengunjung wanita kita yang terbengong-bengong seperti itu saat melihat pria setampan kau menjadi pegawai di restauran kita ini."(*maaf) "Yah, kau benar. Hanya saja ini-kan restauran milikku. Memangnya salah jika aku ikut membantu?" gerutu Regan sembari membalikkan papan kecil bertuliskan closed ke arah luar pintu. "Salah bos. Kau itu seharusnya berada di balik mejam

