Paginya Regan tidak menemukan sosok Aura di sebelahnya. Ia menyentuh atas seprai-nya. Dingin, yang berarti Aura telah meninggalkannya cukup lama selama ia tertidur. Dengan cepat, Regan bangkit dari posisinya, meraih pakaiannya yang bertebaran di lantai lalu tanpa menunggu lebih lama lagi ia berjalan keluar kamarnya. Dengan kesal Regan menyisir rambutnya dengan kasar menggunakan sebelah tangannya yang bebas dari setir. Pikirannya terus berputar. Satu pertanyaan kembali berputar di kepalanya. Kenapa Aura meninggalkannya tanpa pamit setelah malam indah yang mereka lalui bersama? Ban mobil berdecit tepat di depan rumah Aura. Cepat-cepat Regan melangkah masuk dan mengetuk pintu rumah kediaman keluarga Aura. Butuh beberapa saat sebelum akhirnya seorang pria yang pernah membukakan pintu untu

