Keesokan paginya tiga pasang mata memandang Aura dengan tatapan penuh selidik saat mereka sedang sarapan bersama. Aura yang sejujurnya merasa tidak nyaman namun tetap berusaha tidak memedulikan tatapan mereka. "Siapa pria itu? Katakan pada mama," tanya Santi yang akhirnya tidak dapat menahan rasa keingintahuannya. "Pria mana sih, ma?" "Memangnya ada berapa pria yang menjemputmu kemarin?" tanya Santi lagi. Skak mat. Jika mama sudah berkata seperti itu, Aura sudah tidak mampu mengelak lagi. "Kamu kalau sudah punya pacar, katakan saja pada kami. Untuk apa kamu menutupinya. Papa tidak akan marah, sebaliknya papa ingin bertemu dengannya," timpal Dude. "Bagaimana caramu membuat seorang Regan Tristan menyukaimu?" tanya Alden dengan sorotan mata menilai. Tiba-tiba Aura meletakkan sendo

