“Bapak sengaja ya?” ucap Danisa usai menelan kunyahannya. “Sengaja apa? Saya suapi kamu untuk mengobati rasa rindu dengan mamamu. Masih salah lagi, Gadis Manja?” “Ya suapannya terlalu penuh, Pak. Beda dengan mama yang penuh cinta. Nisa juga bukan gadis manja seperti yang bapak ucap.” “Biar cepat, Danisa. Kita sudah telat. Lagian ….” Lelaki itu menarik nafas panjang, “Apa kamu mau disuapin dengan cinta?” “Ogah.” Danisa memasang muka kesal. Lelaki itu tersenyum. “Pipimu kalau mengembang kayak tadi itu lucu. Gak menjengkelkan kalau dilihat.” “Menurut bapak wajah Nisa menjengkelkan?” “Saya tidak bilang seperti itu.” “Secara tidak langsung Bapak bicara seperti itu.” “Tapi saya gak bilang kalimat itu, Nisa.” “Bapak paham bahas indonesia kan? Secara tidak langsung Bapak memberikan arg

