Bab.16 Sebutan Baru

1110 Kata

“Iya, karena tahun lahir kita beda jauh. Nisa jaman milenial bapak lahir jaman pithecanthropus erectus.” Devan tersenyum, membuat Danisa keheranan. “Kenapa senyum? Ada yang aneh?” “Saya hanya bahagia, kamu bisa mengingat nama manusia purba itu. Setidaknya di mata kuliah sejarah ada yang nyantol ilmunya.” “Iya, iya, menurut bapak Nisa itu bodoh, IQ nya di bawah standar.” “Saya tidak bicara seperti itu.” “Terserah.” Sesampai di rumah mewah Danisa. Wanita itu langsung masuk kamar. Sedangkan Devan, ia duduk di kursi tamu dengan mama mertuanya. Sengaja memberi ruang untuk Danisa menyendiri. Diteguknya minuman berwarna merah menyala itu dengan bongkahan es batu yang masih besar. Sedikit melegakan tenggorokannya setelah penat dengan kesibukan hari ini. “Papa di mana, Ma?” tanya Devan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN