Baru kali ini Irawan merasakan benar-benar bersyukur mendapatkan cobaan seperti ini. Proyeknya terkena musibah kecelakaan kerja, pembukaan pusat perbelanjaaan yang rencananya akan dilaksakankan dua bulan mendatang otomatis harus mundur sampai semuanya kembali normal seperti sedia kala. Semua partner dan tenant yang sudah menandatangani kerja sama, sudah ia hubungi satu persatu terkait mundurnya jadwal pembukaan mall. Lagi-lagi Irawan bersyukur karena sebagian besar dari mereka bisa memahami apa yang terjadi. Namun ada satu hal yang selama seharian ini membuatnya lebih bersyukur berkali-kali lipat lagi. Apalagi kalau bukan satu kebetulan yang mempertemukannya dengan Fawnia. Mengingat bagaimana Irawan begitu kesulitan mendapatkan petunjuk kemana perempuan itu pindah dengan kakak sulungnya.

