24. Tekad Kuat

1841 Kata

"Tunggu dulu, Mas." Fawnia menahan lengan Irawan saat pria itu hendak membuka pintu mobil di sisi kanannya. Irawan kembali menoleh dan mendapati sorot khawatir di sepasang manik mata Fawnia. "Hmmm?" "Beneran nggak masalah kalau aku dadakan ikut?" tanya Fawnia entah untuk yang keberapa kalinya. Irawan menyunggingkan senyum tenang. "Nggak masalah, Faw. Mama pasti seneng banget bisa ketemu kamu lagi setelah sekian lama." pria itu menepuk pelan punggung tangan Fawnia yang tanpa sadar masih bertengger di lengannya. "Ta- tapi aku nggak kenal siapa-siapa. Hmm, anterin aku ke salon aja deh atau ke rumah Nanda gitu." rengek Fawnia mengundang senyum Irawan lebih lebar lagi. "Tapi tadi kamu terlanjur janji ke Mama bakalan datang loh?" Betapa bersyukurnya Irawan karena tadi ketika masih dalam pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN