Sepanjang malam, Irawan tak bisa segera memejamkan mata untuk memeluk lelap. Pikiran pria itu berlarian ke sana kemari, apalagi kalau bukan berpikir tentang si pujaan hati. Dalam sehari ini, hatinya dibuat bergejolak naik turun dengan kecepatan tinggi seolah sedang menaiki wahana rollercoaster. Dalam sekejap Irawan begitu bersorak-sorai saat Fawnia menggenggam tangannya di sepanjang perjalanan. Sekejap kemudian ia merasa amarahnya siap meledak begitu melihat Dimitri dan mengingat semua pengkhianatan pria itu. Sekejap lagi Irawan dibuat bersuka cita ketika Fawnia mengaku bahwa Irawan adalah calon suaminya. Namun tak lama kemudian hati Irawan terasa remuk ketika menyaksikan sendiri air mata Fawnia yang bercucuran. Tak lama kemudian, Irawan kembali dihadapkan dengan cecaran pertanyaan penuh

