"A-apa? Calon istri?" Nola ternganga seraya memandang Erika dari atas ke bawah beberapa kali. Wanita cantik masih sangat muda itu terheran mendengar ucapan Erika yang sangat percaya diri. "Iya! Saya calon istri Farhan. Kenapa? Kaget ya?" Erika melotot sambil berkacak pinggang di hadapan Nola. "Maaf, Bu. Pak Farhan sedang tidak bisa diganggu." "Memangnya Farhan sedang apa sampai tidak bisa diganggu, heh?" tanya Erika sewot. "Pak Farhan sedaaang ...." "Halah lama kamu!" Erika yang tak sabar segera melangkah hendak masuk ke dalam ruangan Farhan. "Bu, bu ...! Tunggu ...!" Nola bergegas mengikuti Erika yang terus melangkah tanpa menghiraukan panggilan Nola. Langkah Erika terhenti di depan pintu ruang CEO. Perlahan wanita bertubuh sintal itu membuka pintu. "Hai, Sayang ....!"Dengan senyu

